Senin, 05 September 2011

Semoga sampai pada rumah

selepas siang terik, aku bersandar di karang berlamun ombak. bicara pada awan. tentang mimpi-mimpi kawan. segudang harap berikut tujuan.


hei awan, aku ingin sejenak bertamu, atau mungkin bisa kau sebut berguru


ya, kenapa remaja tanggung?


soal mimpi. mmm begini...


ada yang ingin menjadi petani, melihat bapaknya hidup damai ketika menjadi buruh tani. ada juga yang ingin jadi pelawak, menghibur orang indonesia yang sedih terus.lalu ada yang ingin jadi presiden.,agar kelihatan keren katanya.


terdengar aneh alasannya? ya karena tak kujabarkan kawan-kawan lain yang bermimpi wajar. ya..banyaklah yang ingin pilot, dokter, akuntan ataupun pejabat dengan alasan yang wajar juga.


*awan hanya diam, aku lanjut berkata-kata.


tentu aku berhak juga bermimpi, ya..barang satu lah.


"aku ingin sampai pada rumah. kau tau rumah? tempat aku membaca koran dengan nyaman, tertawa dengan lepas, merasa aman serta merasa cukup."


menurutmu, aku bodoh dengan mimpi-mimpi ku? jawab saja? aku takkan marah. sebab aku dulu pernah punya ingin seperti mereka. harapan yang indah. tapi aku lelah, kalah diputar putar arah.
dulu aku suka berganti mimpi. besok dan lusa kadang tak sama. pada akhirnya menyerah dan bermimpi lagi. ternyata yang kucari selama ini hanya rumah.


jawablah..jangan diam saja hei awan..


oh ya, aku mengerti wahai remaja tanggung.


mm, kau mau bermain dekat ku, dan berumah di awan saja? he
ah, kau belum tentu anggap itu rumah juga nanti ya..


tentu boleh lah kau punya mimpi. siapa larang, mimpi mu aneh? ah..siapa tau. mungkin saja sebenarnya rumah yang kau maksud itu sama dengan mimpi teman-teman mu..yang dokter, akuntan, petani atau presiden itu.


ya sudah, carilah mimpimu. mumpung sekarang terang. langit akan bukakan jalan. esok tidak ada yang tau,   namanya juga musim, silih berganti.


dan..aku bangga padamu, kau punya tujuan!


*aku masih terpaku, sedang awan pergi berlalu

Kamis, 04 Agustus 2011

Have Fun Go Med

Bung, hari itu (sabtu, 23/07/2011) ada 2 konser berskala internasional di Jakarta. Java Rockin' Land yang menampilkan the cranberries, god bless serta power slaves dan  juga ROCKVOLUTION yang mendatangkan SID, kotak serta netral.  katanya semua acara dipaksakan karena sebentar lagi masuk bulan puasa. Have Fun Go Med (HFGM), konser tahunannya anak Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), dengan berani ikut menyemarakkan 'persaingan' di hari itu. andalannya adalah Glenn Fredly, ERK, endahNrhesa dan Monkey to Millionaire.

Saya memilih HFGM karena mendapat jatah meliput sebagai media partner untuk @SumaUI yang artinya saya masuk secara gratis. bagaimana laporannya? silahkan ikuti foto-foto di bawah ini bung..


Salah satu penampilan band audisi yang membuka acara dengan alunan musik rock alternative


 Made By Med dengan aksi panggung yang atraktif. mereka juga menyumbangkan satu lagu yang judulnya sama persis dengan acara ini, HFGM.


"Jakarta tak pernah padam". lampu-lampu kota tampak jelas dari halaman Upper Room Wisma Nusantara, tempat HFGM berlangsung



Monkey to Millionaire dan endahNrhesa. segar dan menghibur!

penonton yang kebanyakan mahasiswa tampak berjubel untuk menyaksikan idolanya. "Banyaknya konser musik yang bertabrakan membuktikan kalau penonton yang ada disini adalah penggemar setia dari saya dan penyanyi lainnya yang tampil" kata endahNrhesa. suasana yang terbangun di tempat ini juga relatif santai dan nyaman. ini karena upper room tidak penuh sesak serta dilengkapi pendingin ruangan. lighting panggungnya lumayan meski pengaturan soundnya agak kurang

Cholil, vokalis Efek Rumah Kaca yang mampu membuat hampir semua penonton 'bernyanyi untuknya'. Masih ada glenn fredly setelah ini di puncak acara. tapi berhubung saya tak bisa berlama-lama, maka sampai disini saja fotonya bung. maafkan, saya harus pulang sebelum sampai puncak (acara).


Rabu, 03 Agustus 2011

endapan lumpur musi

menunggu hingga akhirnya kau datang, kaki jembatan ampera masih saja kuning kepekatan. lumpur memang merapatpapat pada sungai musi. airnya berupa liur yang benci tapi dikasih. semua sama. ada kepokokan melalui katalis ekonomi, ada kesarkasan  kota palembang  melalui kekuning pekatan.

musi dan kota boleh dibilang koheren  ketika menunggu. Mereka saling bercahaya dengan gelapnya. entah itu lumpur, kota atau malah kau...berujar " Aku bisa berjalan sendiri, tapi takkan selalu sampai alamat". tampak ada butuh yang jadi kekhususan. tapi salah satu (musi/kota) atau...mungkin keduanya, ingin membebaskan rasa itu. tapi..siapa bisa?

saat kau datang, ada ingin kenangan yang terjerat lupa.ada benih benci hidup, tumbuh, dan mati.. lalu hidup lagi. silih mengganti oleh kasih yang juga berkembang, layu lalu tumbuh lagi. Selalu kepingan ingatan timbul tenggelam. Tapi tetap saja lampau memberi warna dasar pada masa depan. seberapa ingat atau lupa tidaklah elementer. seperti juga nama yang dipertanyakan oleh penghukuman, juga identitas yang ada setelah nama. bukan sebelum. nama adalah warna dasarnya.

silam atau depan, semua masa akan tetap sama jika telah mengendap. apalagi yang diendap olehnya adalah rasa. apalagi tidak sejumput melainkan lalar yang menanar. menjerat kenangan pada lupa sama saja mencoba membunuh silam untuk menghidupi depan. tak kan bisa.

ampera waktu terus berdetak. walau menolak, rasa itu tak ubah. silam atau depan..
kita benci tapi mengkasih..kawan

"TERLALU LARUT DI UJUNG MALAM. MASA SILAM DATANG MENGANTAR PAGI"

Minggu, 17 Juli 2011

" KEGAGALAN HANYA ADA DALAM CERITA FIKSI. GRAB YOUR SUNDAY!

 kata-kata favorit kalo udah masuk hari minggu nih

" TERIMA SAJA YANG ADA, JANGAN CARI YANG TIADA. KITA HANYA BISA BESYUKUR (M. NATSIR, PERDANA MENTERI DENGAN KEMEJA BERTAMBAL)

GreetVID, sebuah salam untuk pertemanan

Momen adalah sesuatu yang tak terjadi dua kali. Momen tak pernah berulang. Sedangkan waktu terus berlalu. Momen tersebut, mau tidak mau, akan tergerus oleh waktu. Terus menerus. Momen akan terlupakan seiring berjalannya waktu.

Namun, pada suatu titik, kita akan kembali teringat pada momen yang telah terlewati itu. Momen hadir kembali pada ingatan. Ia membuat kita rindu—ingin kembali mengulang. Momen menyimpan sesuatu yang berharga. Tapi seberapa lekat momen itu berada dalam ruang ingatan? Momen tak bisa diputar ulang utuh, seperti dulu kita mengalaminya.  

Kehadiran teknologi dapat mengatasi hal tersebut. Momen, yang hanya terjadi satu kali, dapat diputar ulang ketika kita ingin mengingatnya. Video, sebagai salah satu bentuk kemajuan teknologi, mampu mengabadikan momen dengan menggabungkan elemen audio dan visual. Oleh karena itu, momen dapat hidup (kembali). 

Video ini juga dapat dikemas menjadi sebuah gift yang sangat personal, sangat spesial. Video ini kemudian menjadi semacam video yang mampu berkomunikasi. Video ini mampu memberi sambutan hangat, warm greet, pada ia yang dihadiahkan. Tak ada hadiah yang lebih spesial dan lebih bermakna dari kenangan yang terbungkus rapi dalam balutan audio-visual. 

GreetVID, perusahaan kami, hadir untuk menjadi partner dalam pembuatan video tersebut. (maharddhika)

Tulisan di atas menjadi latar belakang kenapa saya dan teman-teman di GreetVID tertarik untuk mulai memasuki dunia kreatif melalui videografi. Ini berawal dari kegelisahan dua orang kawan akan sebuah ide-yang-entah-sampai-kapan-mau-diejawantahkan. Rencananya, mau bikin portofolio dulu. tapi ya tapi semuanya adalah wacana. Mungkin karena kesibukan masing-masing. Hingga pada akhirnya ada sebuah lomba dari CIMB click, Online Entrepreneurship Award yang mau tapi malu membuat kami memaksakan diri untuk membuat rencana bisnis dalam bentuk proposal. Harapan awalnya adalah agar bisa menang atau minimal jadi ada alasan untuk menseriusi bisnis ini. 

Pada akhirnya, kami memang masih belum beruntung karena tidak  menjadi pemenang. Tapi,  kami mendapatkan sejumlah modal yang tentunya menambah semangat untuk menjalani bisnis ini. Lalu terbentuklah tim yang terdiri dari 5 orang (termasuk saya). Perkenalkan, Maharddhika: copyriting, photographer; Nuriza: designer, web master; Novita: designer, videographer dan Pravitasari: videographer, photographer.

Kami baru memulai. Tapi kami takkan berhenti sebelum usai (Maharddhika, 2011). Semoga bisnis ini dapat berkembang, semoga kami bisa memberi yang terbaik. Jangan lupa, follow kami di @greetfriend

Jumat, 17 Juni 2011

Sesudut Taman Ismail Marzuki

Bela-belain dari bandung tanpa tiket buat nonton opera tan malaka nih mereka *salute

Jumat, 03 Juni 2011

Pulang ke kotaku (Padang)

senja di pantai air manis




Terletak digugusan bukit barisan dan menghadap langsung samudera hindia menjadikan Sumatera Barat  sebagai kawasan dengan pesona alam yang terhitung lengkap. Sungai, danau, ngarai, pantai, gunung dan gugusan kepulauan dapat kita jumpai disini.  Kekayaan cita rasa seperti kuliner dan sastra ikut memberi warna yang unik. Belum lagi budaya minangkabau dan mentawai yang mengakar dalam masyarakatnya. Tidak salah jika kemudian pemerintah menetapkan sumatera barat sebagai satu dari sepuluh tujuan wisata utama di Indonesia. 
Setiap daerah diprovinsi ini  mempunyai potensi wisata tersendiri, termasuk Padang. Ia merupakan pintu masuk utama bagi aparatur negara, pebisnis dan wisatawan yang ingin berwisata ke sumatera barat. Segala urusan administratif tentunya berada di ibukota provinsi. Pelabuhan teluk bayur dan bandara international minangkabau menjadi ‘gate’ bagi pebisnis dan wisatawan. Beragam suku bangsa membaur di kota ini.
Pada januari lalu, saya berkesempatan untuk pulang ke kampung halaman, Padang. Lalu saya berkeliling dengan sepeda motor. Ternyata tidak banyak yang berubah dari kota ini meskipun belakangan seringkali diguncang gempa bumi. Padang masih menampilkan keelokannya. Ditengah panasnya kota terlihat banyak mobil angkutan umum yang trendy dan sporty. Berbeda dengan daerah lain, memang angkutan rakyat di kota bengkuang (sebutan lain padang) lebih pesolek. Angkutan umum didandani sedemikian rupa hingga seperti mobil balap. Dari luar tampak segala macam stiker, desain, air brush dan kaca film menghiasi mobil. Interiornya seakan tidak mau kalah. Ada sound system, lampu disko, kursi empuk hingga televisi. Orang yang baru pertama kali ke kota ini tentu akan terkejut sekaligus kagum. Ini tentu menjadi daya tarik  tersendiri bagi pariwisata Padang.
Saya kemudian menyusuri kawasan pantai padang, ini merupakan objek wisata utama di padang. Jika dilihat pantainya, tidak ada yang spesial. Hitam, dan agak kotor. Tapi, jika senja sudah menjelang, pemandangan surya tenggelam diujung cakrawala sangatlah indah.  Saat cuaca bagus, jarang sekali kita tidak mendapati sunset. Aneka hiburan dan fasilitas di pinggir pantai ikut menyemarakkan. Ada arena bermain, jejeran warung makan, dan beragam acara yang sering diadakan pemerintah kota disini. 
Saya hanya sakedar melewati kawasan pantai. Saat itu, waktu  menunjukkan pukul 13.30, masih siang. Selanjutnya saya sampai di jembatan siti nurbaya. Jembatan ini satu arah dari pantai, karena terletak di muara. Disekitar jembatan juga terdapat kawasan kota tua. Berada di sekitaran jembatan sambil menikmati pemandangan muara yang banyak terdapat kapal nelayan serta cruise mengingatkan kita kepada roman marah rusli yang berjudul siti nurbaya. Ya, di sekitaran jembatan, yang bersanding gunung padang inilah marah rusli banyak bercerita tentang intrik hubungan datuk maringgih dengan siti nurbaya.

muara padang
Di balik gunung padang terdapat roman lainnya yang melegenda, yaitu malinkundang. Saya meneruskan perjalanan hingga sampai di tempat legenda ini berasal, pantai air manis. Dari muara, kira-kira 30 menit dengan menggunakan sepeda motor. Pantai air manis lebih bagus dari pantai padang.  Pasir putih, bersih dan jernih, mungkin karena berada dipinggi kota. Tapi kalau fasilitas, masih tertinggal dari pantai padang. Hanya ada warung makan sederhana di sekitaran pantai.  Jika sedang surut, kita bisa menyebrang dengan berjalan kaki ke pulau kecil tak berpenghuni yang berada dibarat dekat pantai.  Di ujung selatan pantai, terdapat sebuah batu menyerupai orang bersujud. Batu ini dianggap malinkundang yang dikutuk oleh ibunya kerena durhaka. Benar atau tidaknya, patut ditelusuri lagi. Banyak memang yang meragukan keasilian kisah ataupun batu ini. Seorang novelis, E.S Ito  malah menampilkan cerita dari sudut pandang dengan fakta yang berbeda tentang malinkundang. Menurutnya, batu itu adalah batu yang dibuat saudara ibu malin. Lengkapnya silahkan di lihat di Itonesia.com

Sepulangnya dari pantai air manis saya sempatkan  menyantap kuliner kota tercinta. Sate danguang-danguang dan teh talua  habis saya lahap. Es durian dan martabak mesir juga tidak lupa. Tapi karena sudah kenyah, 2 kuliner terakhir saya bungkus pulang untuk jadi cemilan tengah malam. 
Berkeliling kota padang dengan rute tadi dan menyantap kuliner khas padang setelahnya terasa cukup mengobati kerinduan akan berwisata dikota ini. Kehirukpikukan kota dengan pantai dan segala roman sastranya dibumbui racikan khas padang pada makanannya bisa jadi adalah nyawa pariwisata kota padang.

Senin, 25 April 2011

ODE

I
kamu adalah hujan dibulan itu
basah membasahi taman kita berdua
menghijaukan dedaunan yang pernah kuyu
sendu diterpa angin benua koala

II
hujan, rintiknya masih memayungi taman kita
kursi kursi  kokoh berangsur rapuh
sunyi, dingin saling berkejaran menjemput gulita
lampu kota serta merta mulai berpendar dari jauh


senyum bisumu mengajak pergi
sekarang kaki kita melangkah pada sebuah balai berdebu
segelas susu jadi teman berbagi
tentang hidup dan cerita cerita konyol putih abuabu

I
kamu adalah deret tak hingga dalam matematika logika
istimewa, hingga bilangan prima seakan negasi saja
juga bukan hati yang mudah ku terka
tak terdefenisi pada diam dan tawa

II
matahari mulai meninggi di mega
sekarang kaki kita melangkah pada sebuah stasiun berlatar kuning
dengan udara pagi menyambut kereta cepat tujuan kota
secepat itu pula, kita naik di gerbong tujuh pintu samping

jejalan manusia merapat dekapkan antara kita
dekat, dalam sebuah kehangatan
hingga detak jantung kamu dan aku saja yang berbicara
tentang madunya cinta,cita tak terkira di kota harapan
=====================================



Jumat, 22 April 2011

katalis ekonomi dan pariwisata masyarakat sungai musi

Jembatan Ampera, Palembang




riweh euy (saigon)

apa yang menarik dari Ho chi minh city yang lebih populer dengan panggilan saigon ini? budaya komunisnya, jejak perang saudara atau delta mekong? semuanya benar. 3 hal di atas sangat menggoda untuk ditelisik dari perjalanan ke Vietnam. tapi ternyata ada beberapa penampakan yang lebih menarik lagi dan cukup mudah dijumpai di tengah kota saigon. apakah itu?

kota motor

 saya menginap di sekitaran pha ngu lao di distrik 1 yang merupakan sentra backpackernya saigon. bermukim di wilayah ini berarti bersiap siap menerima keriuhan motor-motor yang berlalu lalang. banyak sekali kendaraan roda dua yang melintasi jalanan sekitaran distrik 1. mungkin perbandingannya 12:1. dan tidak hanya di distrik 1 yang penuh oleh motor, di beberapa tempat lain pun juga jamak ditemui.

pejalan kaki lah yang ketiban sialnya. sangat susah menyebrang ke sisi jalan lainnya. saya juga merasakannya bersama teman-teman seperjalanan,; heru, fera, marina, ucup. kami sempat linglung memikirkan bagaimana caranya melintas. akhirnya kami mendapat saran dari seorang teman yang lama menetap di vietnam. berikut tipsnya:
   - jangan terlalu pedulikan kendaraannya.
jika terus menunggu motor sepi, butuh waktu berjam jam untuk melintas. jadi, menyeberang saja saat itu juga
   - terus saja, jangan pernah berhenti saat sedang menyeberang
kita kadang terlalu takut ketika sudah berjarak begitu dekat dengan motor hingga menghentikan langkah bahkan mundur lagi. tapi, di saigon, malah berhenti ditengah jalan yang berbahaya. pengendara motor disana akan langsung mengalah dan menghindar ketika kita mulai menyeberang.

saigon connection

ketika berkunjung ke distro di pha ngu lao, saya menemukan sebuah baju bergambar menarik. baju tersebut bergambar sudut kota saigon dengan tiang listrik yang kabelnya sangat semarak. di atas gambar, ada tulisan "saigon connector". tampaknya baju ini merupakan sindiran untuk kondisi perkabelan di saigon. hampir ditiap sudut kota, kabel kabel listrik berserakan tidak beraturan diatas tiangnya. tidak terbayangkan oleh saya, bagaimana memperbaiki kabel yang rusak dan merawat kabel-kabel "liar" tersebut. bagaimana kalau terjadi arus pendek? 


inilah menariknya saigon bagi saya. rumit, ribet atau kalau kata orang sunda, riweh. susahnya menyeberang jalan dan berantakannya kabel-kabel listrik. riweh euy!

--------------------------------------------------------------
sekret tercinta , 4.50 am

Kamis, 21 April 2011

nomor telepon tim SAR berapa? (sempu)

lompatan kebahagiaan | Titah H. P.
Raut wajah semua anak B.O pers suara mahasiswa  (SUMA UI) tampak merekah secerah hari itu. kesenangan yang didapat dari perjalanan 2 hari yang lalu di Malang dan Batu masih berbekas. Sempu, pulau yang akan kami kunjungi berikutnya, merupakan puncak kegiatan Suma on tour (sumanto). besar harapan semua peserta terhadap cagar alam ini. keelokan laguna di tengah pulau  yang tidak berpenghuni memang tampak mempesona
persiapan menuju sempu dilakukan ala kadarnya. ya karena berencana balik hari. kami membawa makanan ringan, minum dan peralatan pendukung untuk trekking, seingat saya, ada coklat batang, coklat pasta, roti sobek, jelly, permen coklat, tikar plastik, baju ganti, kacamata, topi, air mineral dan minuman berenergi. Dan, perjalanan pun dimulai..
kira-kira jam 10 pagi, perahu yang di carter seharga 10.000 rupiah per kepala menambatkan lajunya di pesisir pulau. Semuanya turun dari perahu dengan riang gembira. Ada sekitar 19 orang: adi yang menjadi ketua rombongan, toge sang ketua SUMA, para sesepuh, sebutan kami untuk alumnus suma(Titah, rifki, happy), lisan, fanda, cimeng, galih, ayu, dhay, ghita, laras, vida, vidi, raisha, kiki, steny dan saya. Rombongan mulai berjalan dengan membentuk formasi. Saya lupa formasinya bagaimana, yang jelas para lelaki lelaki tangguh ditempatkan di beberapa posisi seperti di depan, pembawa barang, mendampingi teman cewek serta di belakang. Estimasi waktu yang dibutuhkan dari pesisir pulau ke laguna diperkirakan 2 jam. Tapi ternyata jalan yang dilalui tidak semudah yang di bayangkan. Tanah menjadi sangat becek karena semalam habis hujan. Trek yang dilalui juga tidak terlalu mudah meskipun seandainya saat itu tidak hujan. Apalagi banyak dari kami yang belum biasa trekking dihutan. Akhirnya kami saling bahu membahu dan memecah diri jadi 3 tim secara tidak sengaja. Ada tim depan, tengah dan tim yang paling belakang. Itupun saling menunggu agar tidak terlalu jauh jarak antar tim. Saking menunggunya, da rifki di tim terdepan sempat berenang di sisi laguna yang masih berada dalam rute trek. Perkiraanpun meleset sangat jauh karena ternyata kami membutuhkan waktu 6 jam hingga dapat melihat jernihnya air laguna sempu.

jalur trekking | Photografer Suma
Saat sampai di ujung rute trekking yang artinya danau air asin sempu, saya tanpa banyak pikir langsung menceburkan diri. Berendam sambil membersihkan kaki yang dipenuhi lumpur hingga selutut. Beberapa lainnya juga melakukan hal yang sama sedangkan sisanya beristirahat di bawah pepohonan rindang pinggir danau. Ketika berendam itulah saya menikmati betapa indahnya pulau ini. Air laguna berwarna biru tapi ketika mata sampai disisi satunya lagi, air berwarna hijau. Ada juga ikan-ikan kecil yang asik berenang kian kemari. Danau ini dangkal dan jernih. Membentang seluas stadion gelora bung karno di ibu kota negara kita. Disalah satu sisi, terlihat hutan cagar alam yang baru saja kami lalui. Di sisi lainnya ada karang bolong yang tampak gagah. Karang bolong berbentuk lingkaran yang kira kira berdiameter 150 meter ini selalu bergemuruh karena menjadi pintu air dan ventilasi antara laguna dan sumudera hindia di belakang dinding karang yang melingkari sebagian laguna. Alasan kenapa disebut danau air asin juga karena air yang berasal dari lautan lepas, bukan dari air tawar.
Setelah sejenak beristirahat, wajah sebagian dari teman teman mulai menampakkan ketegangan daripada keletihan. Sayapun sadar, waktu menunjukkan sekitar jam 4 sore saat itu. Rencana balik hari bisa terancam, karena kita harus mencapai bibir pulau lagi sebelum jam 6 jika ingin pulang. Dan, tidak dibolehkan trekking malam hari disana. Akhirnya kami semua merapatkannya di perairan dangkal danau. Mengingatnya menjadi satu kenangan indah tersendiri. Rapat dalam danau? Luar biasa..haha.
.
Rapat di danau air asin sempu | Photografer Suma
Keputusan bulat, kita tidak mungkin balik hari. Kita menetap dan pulang esok paginya. Anak-anak pun berulangkali melontarkan kata “cast away”. Merujuk sebuah film yang bercerita tentang tersesatnya seseorang di pulau tak berpenghuni. Dan memang sempu tidak berpenghuni karena merupakan cagar alam. Tapi saat itu ada juga beberapa kelompok yang berkemah di pinggir danau. Kita memang cast away, tapi tidak sendirian kawan.
Berbagai persoalan karena kurang persiapan dipecahkan dengan cara seadanya. Tenda darurat di buat dari tikar plastik. Kayu untuk api unggun mulai dikumpulkan dari ranting-ranting pohon. Semua logistik yang jumlahnya hanya cukup untuk sampai malam itu di keluarkan dan ditumpuk jadi satu. Saya masih ingat saat itu terbayang film “alive” yang bercerita tentang terdamparnya serombongan tim bola di pegunungan alpen. Saya mulai akan bergaya sok sok’an dramatis seperti di film itu dengan berusaha mengatur stok logistik secara ketat. Siapa saya ya? Ha. Toge pun membuyarkandan mengembalikan sadar saya. “Halah, ribet amat, makan aja yang lapar, tapi porsinya di tenggang. Ingat masih sampai pagi kita”  ujarnya. Nah setelah itu fanda ditugasi untuk menghubungi bapak-bapak di seberang pulau tempat kami berada. Saya akhirnya ikut membantu karena hape saya berhasil mendapatkan sinyal meski kecil. Kami sampai naik ke atas bukit untuk mencari sinyal, walah. Ternyata kontak itu sangat membantu. Bapak-bapak itu bersedia mengantarkan makanan nasi bungkus. Tidak kurang dari satu setengah jam setelah kami telpon, beliau sudah sampai di laguna. Pak, we proud of you. Kami yang muda saja butuh 6 jam. Kami juga dibawakan terpal. Oke, berarti malam ini, kalau cuaca baik-baik saja, kita aman. Insyaallah.

Menunggu bantuan datang | Photografer Suma
Selama semalam di sempu, ada beberapa kejadian yang sangat terekam oleh saya. Malam itu cuaca tampak bersahabat, dengan langit penuh kejora. Semarak yang tak akan kita jumpai di kota besar. Mereka seakan membentuk milky way. Tapi, ketika memasuki jam 1 malam, semuanya buyar. Hujan disertai angin kencang datang menemani. Tenda yang memang tidak mencukupi memaksa kami mengungsikan beberapa rekan ke tenda-tenda rombongan lain. Terimakasih untuk pertolongannya untuk kawan baru kenal ini. Lalu sisa dari kami berdiam didalam tenda dan menggunakan payung. Ya, tenda kami bocor, jadinya ya begitu. Beragam senda gurau dan sesi curhat hadir didalam tenda darurat untuk menghangatkan suasana.
Selang beberapa jam kemudian hujan berhenti, tapi tenda sudah terlanjur trengginas nasibnya, roboh. Kami lalu tidur beralaskan pasir dan beratapkan mega. Cobaan baru muncul, makluk sejenis kutu air dan nyamuk hutan datang menyerang. Lotion seakan tidak mempan. Esok paginya beberapa orang teman mengalami penyakit kulit karenanya seperti bintik kemerahan. Dan bintik itupun ada yang bertahan hingga 2 minggu meski sudah ke dokter.
Sore beberapa saat setelah sampai di laguna ataukah malam saat badai, saya lupa pastinya, adi sempat berujar “ nomor telepon tim SAR berapa? Becandaan yang jadi obat untuk suasana saat itu. Akhirnya guyonan ini menjadi buah tangan yang masih terngiang oleh rombongan sampai saat ini.
,oh sempu.. a ton of pain and love :D

Selasa, 19 April 2011

oleh oleh dari vietnam

april tahun lalu, saya dan teman teman berkunjung ke saigon, ho chi minh city. ini adalah sedikit dari oleh oleh yang bisa kami persembahkan untuk teman teman . sebuah majalah, yang berisikan catatan perjalanan yang mudah-mudahan bisa membantu perjalanan kawan semua dan ikut memperkaya khasanah kita.
amin.

hubungi saya melalui blog ini, jika teman-teman berminat versi lengkapnya.

big thank to contributor: ucup, fera, marina, heru and special for layouter, marina.


Senin, 18 April 2011

catatan kecil



sekejap! kamu berkunjung kala mendung menyapa lalu lenyap bersama derai hujan. darimu, ku ingat hanya tawa renyah saat gerimis membawa menjauh.

ya! aku mengharap awan hitam bertandang di sore ini, sekedar membalas tawamu

, 27 februari itu

Minggu, 17 April 2011

ingin hilang di kotamu (lagi)









































di kaki jembatan ampera, sealiran hilir sungai musi
di redup cahaya kota, sepanjang stasiun kertapati
semua membayang semu

sepertinya aku madu tersesat,racun melurus
bukan balada lemah kuat,hanyalah racauan halus
aku ingin hilang di kotamu (lagi)

Rabu, 13 April 2011

warisan megalitikum di negeri matahari terbit (bawomataluo)

Bawomataluo dengan latar batu lompat dan rumah raja



Matahari terbit itulah kira kira arti dari dari nama bawomataluo dalam bahasa nias. Sesuai namanya, desa Bawomataluo berada diatas bukit dengan ketinggian jauh dari permukaan laut. Dari desa dapat kita lihat sang surya bangun dari lelapnya. Dari sini juga dapat dirasakan matahari terik menyengat ubun ubun kepala. Di kejauhan, keelokan pantai Sorake dan Lagundri dapat tertangkap oleh mata


Bawomataluo terletak jauh di pedalaman kepulauan Nias yang berada di kabupaten Teluk Dalam. Untuk mencapai tempat ini, kita dapat mengaksesnya dari Sorake selama 45  menit. Tidak ada kendaraan umum yang memasuki wilayah desa. Ini dikarenakan geografisnya yang sulit dan penduduk yang sepi. Alat transportasi adalah kendaraan sewaan dari warga sekitar. Tapi sebaiknya kita menyewa ojek atau angkutan berikut sopirnya  dibanding mengendarai sendiri. Kebiasaan dan cara berkendaraan penduduk yang belum bisa dikatakan tertib serta watak yang keras membuat kita lebih nyaman dan aman didampingi oleh guide atau sopir.
Sepanjang perjalanan dari sorake menuju desa, desir ombak dan hamparan sawah saling berebutan menemani kita. Setelah 20 menit perjalanan, formasi landscape nya berganti dengan jalanan menanjak menuju ke atas bukit dengan sesekali dijumpai rumah warga di kiri-kanan jalan. Saat hampir mencapai desa, barulah ada perkampungan yang ramai oleh penduduk. Setelah memarkir kendaraan di dekat pintu masuk desa, kita harus menaiki tangga yang cukup tinggi untuk mencapai gerbang Bawomataluo. Mungkin sekitar 45 anak tangga.  Nah, ketika sudah mencapai anak tangga terakhir, barulah terlihat desa Bawomataluo.


Jejak-jejak megalitikum
Menjejakkan kaki di desa ini kita seperti ditarik kembali ke masa lampau, tepatnya zaman megalitikum. Pemberian predikat untuk bawomataluo dan beberapa desa lainnya di nias sebagai salah satu dari sepuluh warisan dunia zaman megalitikum yang masih hidup hingga saat ini adalah bukti nyata “kekunoan” desa ini.
Ada rumah adat yang begitu gagah bercengkrama dengan langit. Rumah adat penduduk yang disebut juga omo hada dalam bahasa Nias ini berusia ratusan tahun dan masih dirawat serta ditempati oleh penduduk desa. Hampir semua rumah di bawomataluo adalah omo hada. Rumah-rumah ini tertata dengan rapih di sisi-sisi desa dengan satu omo sebua (rumah adat raja) yang didiami kepala suku yang berukuran lebih besar di banding lainnya.  Untuk membuat omo sebua, dibutuhkan waktu 15 tahun lebih. Kayu laban adalah material yang menjadi komponen utama dalam membangunnya. Kayu ini didapat dari pohon laban yang banyak tumbuh di tanah Nias. Laban yang bisa digunakan untuk rumah haruslah dibacakan doa-doa tertentu oleh sesepuh adat. Seperti umur omo hada sendiri, kayu laban juga mampu terus menompang kontruksi rumah selama seabad.

Upacara Lompat batu

Di sekitar pekarangan rumah, jamak ditemui arca batu berbentuk hewan dan peralatan perang. Di dalam rumah warga juga dapat kita jumpai arca yang berwujud manusia dan hewan.  Yang berbentuk hewan umumnya berupa reptil sedangkan manusia berwujud sesepuh adat orang nias dahulu kala. Semua arca yang merupakan peninggalan sejarah berumur 50 sampai ratusan tahun lebih ini menunjukkan tingginya cita rasa seni ono niha (orang nias). Karena memang tidaklah mudah membuat pahatan-pahatan batu ini.


Pakaian adat khas nias juga bisa didapati di Bawomataluo. Baju terbuat dari anyaman dedaunan hingga bulu binatang. Aksesoris berupa kalung kayu, gelang dan berbagai perangkat perang turut melengkapi. Jenis pakaian adat yang dikenakan menunjukkan identitas si pemilik. Laki-laki yang mengenakan pakaian dari bulu hewan, gelang kayu dari emas, anting pada telinga kanan (fondruru), tombak, perisai, belati dan pedang dengan taring babi hutan di ganggangnya memiliki status sosial yang tinggi di antara ono niha lainnya.

Lalu ada juga upacara adat yang masih melekat erat di desa. Perkawinan adalah salah satu  upacara yang sangat prestisius bagi ono niha. Selain pakaian adat, upacara perkawinan menjadi ajang unjuk status sosial bagi warganya. Jangan heran jika dalam sebuah perhelatan perkawinan, 50 hingga 100 babi bisa dikorbankan. Mampu atau tidak untuk membayar, kadang menjadi urusan belakangan.Selain dari upacara dan pakaian adat, pentingnya status bagi penduduk desa juga dilihat dari nama atau gelar serta harta bergerak/tidak seperti rumah adat dan pesta. Penyambutan tamu merupakan upacara adat lainnya. Untuk menghormati tamu,dilakukan penyuguhan sirih. Tamu yang datang dihidangkan sirih (tawuo) , pinang muda, daun gambir yang sudah kering dan kapur dalam satu wadah yang di sebut gado. Kadang kala tembakau ikut ditambahkan dalam gado. Sirih ini dimakan dengan menggunakan tangan secara langsung. Seperti acara sunatan di banyak tempat, penduduk desa bawomataluo juga punya upacara kedewasaan. Upacaranya khas sekali dan tentu tidak asing bagi kita karena gambarnya terpajang pada uang lembaran Rp. 1000,00. Setiap laki-laki yang ingin disebut dewasa harus bisa melompati batu lompat setinggi 2,1 meter yang terletak ditengah-tengah lapangan desa. setiap anak akan berlatih dahulu secara tekun. Jika merasa telah siap, upacara lompat batupun digelar. Lompat batu menjadi ukuran kedewasaan karena disinilah terlihat keberanian, kekuatan mental, fisik dan semangat juang dari anak muda bawomataluo. Jika upacara terlewati dengan baik maka dia pantas mengemban amanat sebagai laki-laki dewasa nias. Amanat itu antara lain adalah menjaga desa dari serangan musuh.

Asimilasi dan reduksi budaya


Bersiap untuk tarian perang

Dahulunya antar desa sering terjadi pertikaian yang berujung perang. Perang inilah yang membuat tiap desa punya pola sosial yang dipersiapkan untuk menghadapi kemungkinan terburuk ini. Ono niha memilih lokasi desa secara cermat seperti bawomataluo yang terletak di atas bukit dan terasing. Ada upacara kedewasaan lompat batu yang berguna untuk mempersiapkan generasi penerus untuk menjaga desa. latihan perang juga sering diadakan.


Arus modernisasi yang terjadi saat ini ikut masuk ke nias dan desa-desa didalamnya. Secara tidak langsung, masyarakat nias ikut membaur dengan modernisasi. Sudah jarang terjadi perang antar desa di nias. Kondisi ini membuat tarian perang yang sebelumnya tenggelam menjadi popular dibandingkan perang itu sendiri. Warga menumpahkan hasrat perangnya pada tarian. Kewajiban untuk menjaga desa juga tidak ada lagi. Upacara lompat batupun tidak lagi menjadi suatu keharusan. Tidak setiap pemuda desa bawomataluo lihai dalam lompat batu. Tapi atraksi lompat batu tetap mudah dijumpai karena masih sering dilakukan sebagai upacara penyambutan tamu dan permintaan dari wisatawan yang berkunjung ke desa. pakaian adat tidak setiap hari digunakan karena ono niha mulai beralih pada pakaian yang dikenakan masyarakat umumnya seperti kaus dan daster. Seiring sulitnya mencari kayu laban dan proses pembuatan rumah yang memakan waktu lama, jumlah rumah adat nias turut berkurang. Di bawomataluo sendiri, beberapa keluarga mulai memilih rumah permanen.
Semua arus modernisasi itu sedikit demi sedikit menggerus kekayaan budaya bawomataluo. Belum lagi dengan banyaknya pencurian dan penjualan ilegal dari benda benda perang dan arca batu. Benda perang berupa pedang berganggang taring babi hutan, baju perang dan peralatan lainnya dijual ke luar nias dan luar negeri. Arca batu bahkan lebih parah lagi, peninggalan ini paling banyak diselundupkan karena harga jualnya tinggi yaitu ratusan juta. Ketamakan para kolektor mau tidak mau ikut mereduksi kekayaan budaya desa dan Nias keseluruhannya.


Menjaga warisan dunia
Desa Bawomataluo dan desa desa lainnya di Nias sampai saat ini masih bertahan dengan budaya megalitikumnya yang khas. Tapi pengaruh dari luar terus menggangu. Tarik menarik budaya mau tidak mau akan terus terjadi. Sekarang saja dapat dilihat perubahan dalam pola konsumsi dan berpakaian warga desa. jika tidak ada upaya pencegahan, tradisi ono niha ini akan lapuk ditelan zaman.
Sepupuh ono niha dalam bentuk arca
Pariwisata merupakan salah satu cara yang diterapkan pemerintah untuk mempertahankan keberadaan desa Bawomataluo dan desa lainnya. Beragam program wisata dirancang pemerintah. Ketika saya berkunjung, sedang berlangsung lomba foto sagara nias bangkit . salah satu bagian dari acara ini adalah melakukan kunjungan selama 4 hari di desa Bawomataluo. Sebagai salah satu desa adat yang tertata dengan baik, tidak salah memang penunjukan desa ini. Dengan mengundang para peserta lomba yang terdiri dari kalangan umum dan photographer media nasional, acara ini pun menjadi sangat meriah. Ada upacara perkawinan, tarian perang, lompat batu dan pembuatan video. Pariwisata memang menjanjikan. Warga Bawomataluo yang kedatangan turis untuk melihat kekayaan budayanya tentu akan terus berusaha menjaga tradisinya.

Banyaknya penyelundupan benda-benda cagar budaya Nias tampaknya belum menjadi perhatian pemerintah. Dari obrolan saya dengan seorang penyelundup benda antik di desa tersebut dapat saya simpulkan betapa mudahnya menyelundupkan barang keluar nias. Setiap bulan, selalu ada saja ada selundupan. Nilai uang yang menggiurkan memang jadi motif utama.

Jika menunggu pemerintah terus, tentu akan lama beresnya. Bukankan beliau-beliau juga harus memikirkan banyak hal lainnya untuk kesejahtraan rakyat? Lalu kita bisa apa? Berpariwisata dan mengenalkan tradisi nias dengan cara masing-masing melalui media dan komunitas yang kita punya itulah yang bisa kita lakukan, kata seorang kawan. Ada benarnya juga tampaknya. Jadi, tunggu apalagi, ayo berkunjung ke Nias teman teman..

Minggu, 06 Maret 2011

A ke Z tentang backpacker

 Ask
Pada saat perjalanan, Harus rajin bertanya walaupun sudah ada panduan dari booklet atau peta. Dengan begitu, kita tidak mudah ditipu dan diperas oleh penyedia jasa disana (tukang ojek, penginapan, restoran dan laiinya)
Bargain
Disebagian tujuan wisata dalam atau luar negeri, kita dapat menawar harga dari produk/jasa yang ditawarkan. Contohnya, jika kita ke ho chi minh city, Vietnam, di pasarnya kita bisa mendapatkan baju dengan harga 30% dari harga awal.
Clothes
Hitung-hitung lagi pakaian anda, jangan sampai ada yang terlupa. Selain itu, sesuaikan pakaian anda dengan kondisi cuaca, alam dan budaya di tempat tujuan wisata. Jika daerah yang anda tuju adalah pantai atau laut, jangan lupa membawa sandal jepit, celana pendek dan kacamata hitam.
Energy
Backpacking, wisata hemat, menuntut kita mempunyai energy yang prima agar kita dapat menikmati semua daerah wisata sesuai rencana. Jangan sampai ada yang terlewat hanya gara-gara sakit atau keletihan. Bawalah madu, minuman isotonic atau vitamin c untuk menjaga stamina.
Flight
Penerbangan dan transportasi lainnya bisa didapat dengan harga murah jika kita memesan jauh-jauh sebelum hari keberangkatan. maskapai lowbudged antara lain: airasia dan tigerair
Googling
Rajin-rajin cari informasi ke teman dan internet. Jika beruntung, selain mendapat info rute dan tempat wisata kita juga bisa mendapatkan penginapan, jajanan, tiket dan transportasi murah. 
Hotel
Tenda menjadi pilihan pertama bagi backpacker. Tapi jika tidak bisa, kita dapat menggunakan guest house atau hotel murah yang tersedia di daerah tujuan wisata. guest houst bisa didapat dengan bergabung di komunitas couchsurfing
Jetleg
Anda tentu tidak ingin liburannya terganggu karena jetleg. Untuk itu, aturlah jadwal keberangkatan dengan tepat sehingga kita dapat mengakali jetleg dan menikmati liburan dengan baik. Untuk perjalanan jauh seperti ke ujung genteng(10 jam dari Jakarta), berangkatlah jam 10 (sampai di tempat liburan jam 8 malam). Jadi kita masih sempat menikmati malam sebelum tidur untuk menyembuhkan jetleg.
Language
Untuk jalan-jalan di domestik mungkin tidak ada kendala berarti karena satu bahasa. Tapi untuk keluar negeri, kita harus bisa mengungkapkan sesuatu dalam bahasa inggris. Selain itu, pelajari sedikit frase, idiom, kata-kata umum ditempat itu. Dengan begitu penduduk-penduduk lokal akan merasa tersanjung. Ini sesuatu hal yang kecil tapi penting.
Medicine
Obat-obatan pribadi adalah perlengkapan yang harus anda bawa selama berlibur.
Omen
Menyebut vietkong di Vietnam dan memakai baju merah ke Thailand adalah hal yang harus kita hindari di dua Negara tersebut. Symbol-simbol seperti ini harus menjadi perhatian agar kita nyaman berpetualang di negeri orang
Passport
Khusus untuk perjalanan ke luar negeri kita harus melengkapi surat-surat sebelum keberangkatan. Jangan lupa juga untuk membawa surat-surat tersebut selama perjalanan.
Route
Aturlah rute perjalanan dengan efektif. hitung berapa waktu yang dibutuhkan untuk mencapai destini wisata, berapa lama disana dan bagaimana mencapai tempat itu.
Toileters
Jangan lupa memasukkan alat mandi dan kecantikan kedalam tas anda.
United
Perkumpulan backpacker mulai tumbuh diindonesia saat ini. kita bisa bergabung dan jalan bersama mereka ke berbagai tempat wisata.
Weather
Perhatikan kapan jadwal keberangkatan anda. Sesuaikan dengan cuaca, kondisi alam dan musim di tempat tujuan sehingga kita dapa berlibur dengan nyaman. Jangan pergi ke karimun jawa di saat ombak sedang tinggi-tingginya.

Selasa, 22 Februari 2011

mengulang lagi masa kejayaan (sorake)

Kala fajar menyapa Sorake
Hingar bingar masa lalu
Cakrawala  membentang di ujung lautan. Lama sudah sang halimun enggan berkunjung. Mega tampak gagah di atas sana. Riak air asik meracau  ditapis angin. Gelombang gelombang kecil mencuat di tapal batas pantai. Saat membesar dan membentuk ombak, papan papan selancar berusaha mencumbunya.

Tanpa ombak dan surfingpun pesisir ini tetap menawan. Diorama suam yang ditawarkan ketika fajar membentang dengan lautan tenang di hamparan mata. belum lagi aktivitas nelayan yang sibuk mengadu nyali ikan di tengah laut. Jika surut, kita bisa ikut nelayan ketengah dengan berjalan kaki. Saat senja menjemput, bayang bayang surya turun dari balik bukit dapat tertangkap mata

Ya, inilah sorake. Sebuah pantai yang tidak asing lagi bagi para pecinta surfing. Bukan hanya di Indonesia tapi juga di mancanegara. Bagaimana tidak, pantai ini menyandang predikat sebagai salah satu spot surfing terbaik di dunia. Ombak bisa mencapai ketinggian 4,5 meter. Pariwisata Sorake sepertinya sangat mengandalkan olahraga selancar.

Sorake terletak di pulau nias kabupaten teluk dalam. Untuk mencapai pantai ini, ada beberapa opsi transportasi. Kita bisa naik wing air dari medan atau padang dengan kisaran harga Rp 250.000 sampai Rp 500.000. jika ingin naik kapal, bisa melalui pelabuhan sibolga dengan harga Rp 70.000. pelabuhan sibolga dapat di akses melalui Medan atau Padang (11jam)  dengan travel seharga Rp  120.000. Semua transportasi itu akan mengantarkan kita ke teluk dalam. dari  pasar teluk dalam(dekat pelabuhan) kita dapat  menaiki angkutan  rakyat berbentuk carry dengan tujuan pantai sorake seharga Rp 5000.


Pemandangan menuju sorake, rockstar
Akan mudah sekali ditemukan para turis berlalu lalang di sekitar pantai. Penginapan dan hotel tumbuh bak  jamur di musim penghujan. CafĂ©, restoran dan rumah makan pun tidak ketinggalan.  Bisnis papan selancar, cendramata serta hasil laut tumbuh pesat. Perekonomian warga akhirnya juga terangkat. Masyarakat yang umumnya berpencarian sebagai nelayan mulai beralih profesi  dengan berusaha dibidang pariwisata. Masyarakat di pedalamanpun ikut bermigrasi ke pinggir pantai.
 
masa suram sebuah ikon pariwisata
Tapi itu dulu. Semenjak tahun 2005 semuanya tinggal hegemoni. kejayaan diawal tahun 2000-an hanya tersisa sedikit. Sorake tidak disegani lagi. Pantai yang ditenggarai akan menyaingi kepopuleran bali ini telah banyak berubah.

Penyebabnya tidak lain karena ketidaksiapan warga dan pemerintahnya dalam menyambut arus wisatawan luar. Seperti kita ketahui, dalam industry hospitality utamanya pariwisata, pelayanan menjadi prioritas. keramahtamahan, fasilitas dan keamanan harus menjadi perhatian utama bagi pelaku didalamnya. Tidak perlu sebuah jurnal ilmiah untuk membuktikan ini. 3 hal inilah yang kita perlukan saat berlibur. Benar tidak? 


Warganya memang ramah. Tapi mereka masih belum siap menerima kedatangan “orang jauh”. Ini karena karekteristik orang nias yang tidak mudah akrab dengan orang lain. Tapi jika telah akrab, orang nias adalah teman yang sangat loyal. Lalu, jika berbicara fasilitas, di sekitar pantai memang telah tersedia berbagai fasilitas yang mumpuni. Tapi yang jadi masalah adalah akses darat (laut dan udara sudah bagus)  ke pantai yang masih susah. Sarana angkutan darat hanya sedikit jumlahnya sedangkan keamanan masih belum terjamin. Tingginya kriminalitas di nias, meski bukan di pantai, ikut memberikan pengaruh buruk bagi kenyamanan turis.
Gempa yang terjadi tahun 2005 juga menjadi penyebab lainnya. Selain jatuhnya banyak korban yang membuat seluruh dunia ikut berkabung, banyak fasilitas pariwisata juga ikut rusak.  Tapi yang paling berdampak adalah bergesernya struktur tanah dan garis pantai. Akibatnya, kita hanya bisa melihat surfer dunia beratraksi di atas ombak pada bulan tertentu saja. Ini karena ombak terbaik hanya  bisa didapat pada bulan juni sampai September. Angka kunjungan wisatawan berkurang drastis setel;ah gempa. Banyak cafe yang tutup dan bangkrut. Penginapan hanya tinggal dihitung jari. Pendapatan warga menjadi turun secara signifikan.
  

Merias Wajah Sorake
Sekarang,sudah  6 tahun berlalu.Sorake tengah berjuang untuk menata kembali pariwisatanya. Perbaikan disana sini telah dilakukan. Warga semakin sadar akan peran pentingnya dalam membangun kembali pariwisata daerah ini. Sekarang orang nias sudah terbuka terhadap pendatang. Angka kriminalitas semakin kecil. Fasilitas terus digalakkan pemerintah. Akses ke sorake semakin mudah.


hasilnyapun dapat dilihat. Meski pengunjung belum sebanyak dulu, pariwisata daerah ini kembali terangkat. pada bulan tertentu wisatawan lumayan banyak. ada harapan untuk  melihat wajah  sorake  yang seperti dulu bahkan melebihi masa jayanya itu.

Semua informasi ini dihimpun dari laporan pandangan mata dan obrolan ringan dengan bang tobi, salah satu pemilik penginapan dan resto di sorake. Saya kenal bang tobi disana,dan orangnya ramah. Meski saya menginap di losmen sebelah(bukan di penginapannya), dia tidak sungkan mengajak saya ngobrol, jalan jalan dan menikmati berbagai fasilitas yang dipunyainya seperti bilyar dan motor secara gratis. Kalau ingin berkunjung ke sorake, silahkan hubungi bang tobi di 081263579612. Dia akan sangat membantu. Trimakasih bang atas jamuannya.