Senin, 19 September 2011
Senin, 12 September 2011
Kamis, 08 September 2011
Senin, 05 September 2011
Semoga sampai pada rumah
selepas siang terik, aku bersandar di karang berlamun ombak. bicara pada awan. tentang mimpi-mimpi kawan. segudang harap berikut tujuan.
hei awan, aku ingin sejenak bertamu, atau mungkin bisa kau sebut berguru
ya, kenapa remaja tanggung?
soal mimpi. mmm begini...
ada yang ingin menjadi petani, melihat bapaknya hidup damai ketika menjadi buruh tani. ada juga yang ingin jadi pelawak, menghibur orang indonesia yang sedih terus.lalu ada yang ingin jadi presiden.,agar kelihatan keren katanya.
terdengar aneh alasannya? ya karena tak kujabarkan kawan-kawan lain yang bermimpi wajar. ya..banyaklah yang ingin pilot, dokter, akuntan ataupun pejabat dengan alasan yang wajar juga.
*awan hanya diam, aku lanjut berkata-kata.
tentu aku berhak juga bermimpi, ya..barang satu lah.
menurutmu, aku bodoh dengan mimpi-mimpi ku? jawab saja? aku takkan marah. sebab aku dulu pernah punya ingin seperti mereka. harapan yang indah. tapi aku lelah, kalah diputar putar arah.
dulu aku suka berganti mimpi. besok dan lusa kadang tak sama. pada akhirnya menyerah dan bermimpi lagi. ternyata yang kucari selama ini hanya rumah.
jawablah..jangan diam saja hei awan..
oh ya, aku mengerti wahai remaja tanggung.
mm, kau mau bermain dekat ku, dan berumah di awan saja? he
ah, kau belum tentu anggap itu rumah juga nanti ya..
tentu boleh lah kau punya mimpi. siapa larang, mimpi mu aneh? ah..siapa tau. mungkin saja sebenarnya rumah yang kau maksud itu sama dengan mimpi teman-teman mu..yang dokter, akuntan, petani atau presiden itu.
ya sudah, carilah mimpimu. mumpung sekarang terang. langit akan bukakan jalan. esok tidak ada yang tau, namanya juga musim, silih berganti.
dan..aku bangga padamu, kau punya tujuan!
*aku masih terpaku, sedang awan pergi berlalu
hei awan, aku ingin sejenak bertamu, atau mungkin bisa kau sebut berguru
ya, kenapa remaja tanggung?
soal mimpi. mmm begini...
ada yang ingin menjadi petani, melihat bapaknya hidup damai ketika menjadi buruh tani. ada juga yang ingin jadi pelawak, menghibur orang indonesia yang sedih terus.lalu ada yang ingin jadi presiden.,agar kelihatan keren katanya.
terdengar aneh alasannya? ya karena tak kujabarkan kawan-kawan lain yang bermimpi wajar. ya..banyaklah yang ingin pilot, dokter, akuntan ataupun pejabat dengan alasan yang wajar juga.
*awan hanya diam, aku lanjut berkata-kata.
tentu aku berhak juga bermimpi, ya..barang satu lah.
"aku ingin sampai pada rumah. kau tau rumah? tempat aku membaca koran dengan nyaman, tertawa dengan lepas, merasa aman serta merasa cukup."
menurutmu, aku bodoh dengan mimpi-mimpi ku? jawab saja? aku takkan marah. sebab aku dulu pernah punya ingin seperti mereka. harapan yang indah. tapi aku lelah, kalah diputar putar arah.
dulu aku suka berganti mimpi. besok dan lusa kadang tak sama. pada akhirnya menyerah dan bermimpi lagi. ternyata yang kucari selama ini hanya rumah.
jawablah..jangan diam saja hei awan..
oh ya, aku mengerti wahai remaja tanggung.
mm, kau mau bermain dekat ku, dan berumah di awan saja? he
ah, kau belum tentu anggap itu rumah juga nanti ya..
tentu boleh lah kau punya mimpi. siapa larang, mimpi mu aneh? ah..siapa tau. mungkin saja sebenarnya rumah yang kau maksud itu sama dengan mimpi teman-teman mu..yang dokter, akuntan, petani atau presiden itu.
ya sudah, carilah mimpimu. mumpung sekarang terang. langit akan bukakan jalan. esok tidak ada yang tau, namanya juga musim, silih berganti.
dan..aku bangga padamu, kau punya tujuan!
*aku masih terpaku, sedang awan pergi berlalu
Selasa, 16 Agustus 2011
Selasa, 09 Agustus 2011
Senin, 08 Agustus 2011
Kamis, 04 Agustus 2011
Have Fun Go Med
Bung, hari itu (sabtu, 23/07/2011) ada 2 konser berskala internasional di Jakarta. Java Rockin' Land yang menampilkan the cranberries, god bless serta power slaves dan juga ROCKVOLUTION yang mendatangkan SID, kotak serta netral. katanya semua acara dipaksakan karena sebentar lagi masuk bulan puasa. Have Fun Go Med (HFGM), konser tahunannya anak Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), dengan berani ikut menyemarakkan 'persaingan' di hari itu. andalannya adalah Glenn Fredly, ERK, endahNrhesa dan Monkey to Millionaire.
Saya memilih HFGM karena mendapat jatah meliput sebagai media partner untuk @SumaUI yang artinya saya masuk secara gratis. bagaimana laporannya? silahkan ikuti foto-foto di bawah ini bung..

Saya memilih HFGM karena mendapat jatah meliput sebagai media partner untuk @SumaUI yang artinya saya masuk secara gratis. bagaimana laporannya? silahkan ikuti foto-foto di bawah ini bung..
![]() |
| Salah satu penampilan band audisi yang membuka acara dengan alunan musik rock alternative |
Made By Med dengan aksi panggung yang atraktif. mereka juga menyumbangkan satu lagu yang judulnya sama persis dengan acara ini, HFGM.
![]() |
| "Jakarta tak pernah padam". lampu-lampu kota tampak jelas dari halaman Upper Room Wisma Nusantara, tempat HFGM berlangsung |
Monkey to Millionaire dan endahNrhesa. segar dan menghibur!
penonton yang kebanyakan mahasiswa tampak berjubel untuk menyaksikan idolanya. "Banyaknya konser musik yang bertabrakan membuktikan kalau penonton yang ada disini adalah penggemar setia dari saya dan penyanyi lainnya yang tampil" kata endahNrhesa. suasana yang terbangun di tempat ini juga relatif santai dan nyaman. ini karena upper room tidak penuh sesak serta dilengkapi pendingin ruangan. lighting panggungnya lumayan meski pengaturan soundnya agak kurang
Cholil, vokalis Efek Rumah Kaca yang mampu membuat hampir semua penonton 'bernyanyi untuknya'. Masih ada glenn fredly setelah ini di puncak acara. tapi berhubung saya tak bisa berlama-lama, maka sampai disini saja fotonya bung. maafkan, saya harus pulang sebelum sampai puncak (acara).
Rabu, 03 Agustus 2011
endapan lumpur musi
menunggu hingga akhirnya kau datang, kaki jembatan ampera masih saja kuning kepekatan. lumpur memang merapatpapat pada sungai musi. airnya berupa liur yang benci tapi dikasih. semua sama. ada kepokokan melalui katalis ekonomi, ada kesarkasan kota palembang melalui kekuning pekatan.
musi dan kota boleh dibilang koheren ketika menunggu. Mereka saling bercahaya dengan gelapnya. entah itu lumpur, kota atau malah kau...berujar " Aku bisa berjalan sendiri, tapi takkan selalu sampai alamat". tampak ada butuh yang jadi kekhususan. tapi salah satu (musi/kota) atau...mungkin keduanya, ingin membebaskan rasa itu. tapi..siapa bisa?
saat kau datang, ada ingin kenangan yang terjerat lupa.ada benih benci hidup, tumbuh, dan mati.. lalu hidup lagi. silih mengganti oleh kasih yang juga berkembang, layu lalu tumbuh lagi. Selalu kepingan ingatan timbul tenggelam. Tapi tetap saja lampau memberi warna dasar pada masa depan. seberapa ingat atau lupa tidaklah elementer. seperti juga nama yang dipertanyakan oleh penghukuman, juga identitas yang ada setelah nama. bukan sebelum. nama adalah warna dasarnya.
silam atau depan, semua masa akan tetap sama jika telah mengendap. apalagi yang diendap olehnya adalah rasa. apalagi tidak sejumput melainkan lalar yang menanar. menjerat kenangan pada lupa sama saja mencoba membunuh silam untuk menghidupi depan. tak kan bisa.
ampera waktu terus berdetak. walau menolak, rasa itu tak ubah. silam atau depan..
kita benci tapi mengkasih..kawan
musi dan kota boleh dibilang koheren ketika menunggu. Mereka saling bercahaya dengan gelapnya. entah itu lumpur, kota atau malah kau...berujar " Aku bisa berjalan sendiri, tapi takkan selalu sampai alamat". tampak ada butuh yang jadi kekhususan. tapi salah satu (musi/kota) atau...mungkin keduanya, ingin membebaskan rasa itu. tapi..siapa bisa?
saat kau datang, ada ingin kenangan yang terjerat lupa.ada benih benci hidup, tumbuh, dan mati.. lalu hidup lagi. silih mengganti oleh kasih yang juga berkembang, layu lalu tumbuh lagi. Selalu kepingan ingatan timbul tenggelam. Tapi tetap saja lampau memberi warna dasar pada masa depan. seberapa ingat atau lupa tidaklah elementer. seperti juga nama yang dipertanyakan oleh penghukuman, juga identitas yang ada setelah nama. bukan sebelum. nama adalah warna dasarnya.
silam atau depan, semua masa akan tetap sama jika telah mengendap. apalagi yang diendap olehnya adalah rasa. apalagi tidak sejumput melainkan lalar yang menanar. menjerat kenangan pada lupa sama saja mencoba membunuh silam untuk menghidupi depan. tak kan bisa.
ampera waktu terus berdetak. walau menolak, rasa itu tak ubah. silam atau depan..
kita benci tapi mengkasih..kawan
Minggu, 17 Juli 2011
" KEGAGALAN HANYA ADA DALAM CERITA FIKSI. GRAB YOUR SUNDAY!
kata-kata favorit kalo udah masuk hari minggu nih
GreetVID, sebuah salam untuk pertemanan
Momen adalah sesuatu yang tak terjadi dua kali. Momen tak pernah berulang. Sedangkan waktu terus berlalu. Momen tersebut, mau tidak mau, akan tergerus oleh waktu. Terus menerus. Momen akan terlupakan seiring berjalannya waktu.
Namun, pada suatu titik, kita akan kembali teringat pada momen yang telah terlewati itu. Momen hadir kembali pada ingatan. Ia membuat kita rindu—ingin kembali mengulang. Momen menyimpan sesuatu yang berharga. Tapi seberapa lekat momen itu berada dalam ruang ingatan? Momen tak bisa diputar ulang utuh, seperti dulu kita mengalaminya.
Kehadiran teknologi dapat mengatasi hal tersebut. Momen, yang hanya terjadi satu kali, dapat diputar ulang ketika kita ingin mengingatnya. Video, sebagai salah satu bentuk kemajuan teknologi, mampu mengabadikan momen dengan menggabungkan elemen audio dan visual. Oleh karena itu, momen dapat hidup (kembali).
Video ini juga dapat dikemas menjadi sebuah gift yang sangat personal, sangat spesial. Video ini kemudian menjadi semacam video yang mampu berkomunikasi. Video ini mampu memberi sambutan hangat, warm greet, pada ia yang dihadiahkan. Tak ada hadiah yang lebih spesial dan lebih bermakna dari kenangan yang terbungkus rapi dalam balutan audio-visual.
GreetVID, perusahaan kami, hadir untuk menjadi partner dalam pembuatan video tersebut. (maharddhika)
Tulisan di atas menjadi latar belakang kenapa saya dan teman-teman di GreetVID tertarik untuk mulai memasuki dunia kreatif melalui videografi. Ini berawal dari kegelisahan dua orang kawan akan sebuah ide-yang-entah-sampai-kapan-mau-diejawantahkan. Rencananya, mau bikin portofolio dulu. tapi ya tapi semuanya adalah wacana. Mungkin karena kesibukan masing-masing. Hingga pada akhirnya ada sebuah lomba dari CIMB click, Online Entrepreneurship Award yang mau tapi malu membuat kami memaksakan diri untuk membuat rencana bisnis dalam bentuk proposal. Harapan awalnya adalah agar bisa menang atau minimal jadi ada alasan untuk menseriusi bisnis ini.
Pada akhirnya, kami memang masih belum beruntung karena tidak menjadi pemenang. Tapi, kami mendapatkan sejumlah modal yang tentunya menambah semangat untuk menjalani bisnis ini. Lalu terbentuklah tim yang terdiri dari 5 orang (termasuk saya). Perkenalkan, Maharddhika: copyriting, photographer; Nuriza: designer, web master; Novita: designer, videographer dan Pravitasari: videographer, photographer.
Kami baru memulai. Tapi kami takkan berhenti sebelum usai (Maharddhika, 2011). Semoga bisnis ini dapat berkembang, semoga kami bisa memberi yang terbaik. Jangan lupa, follow kami di @greetfriend
Jumat, 17 Juni 2011
Kamis, 16 Juni 2011
Selasa, 07 Juni 2011
Jumat, 03 Juni 2011
Pulang ke kotaku (Padang)
![]() |
| senja di pantai air manis |
Terletak digugusan bukit barisan dan menghadap langsung samudera hindia menjadikan Sumatera Barat sebagai kawasan dengan pesona alam yang terhitung lengkap. Sungai, danau, ngarai, pantai, gunung dan gugusan kepulauan dapat kita jumpai disini. Kekayaan cita rasa seperti kuliner dan sastra ikut memberi warna yang unik. Belum lagi budaya minangkabau dan mentawai yang mengakar dalam masyarakatnya. Tidak salah jika kemudian pemerintah menetapkan sumatera barat sebagai satu dari sepuluh tujuan wisata utama di Indonesia.
Setiap daerah diprovinsi ini mempunyai potensi wisata tersendiri, termasuk Padang. Ia merupakan pintu masuk utama bagi aparatur negara, pebisnis dan wisatawan yang ingin berwisata ke sumatera barat. Segala urusan administratif tentunya berada di ibukota provinsi. Pelabuhan teluk bayur dan bandara international minangkabau menjadi ‘gate’ bagi pebisnis dan wisatawan. Beragam suku bangsa membaur di kota ini.
Pada januari lalu, saya berkesempatan untuk pulang ke kampung halaman, Padang. Lalu saya berkeliling dengan sepeda motor. Ternyata tidak banyak yang berubah dari kota ini meskipun belakangan seringkali diguncang gempa bumi. Padang masih menampilkan keelokannya. Ditengah panasnya kota terlihat banyak mobil angkutan umum yang trendy dan sporty. Berbeda dengan daerah lain, memang angkutan rakyat di kota bengkuang (sebutan lain padang) lebih pesolek. Angkutan umum didandani sedemikian rupa hingga seperti mobil balap. Dari luar tampak segala macam stiker, desain, air brush dan kaca film menghiasi mobil. Interiornya seakan tidak mau kalah. Ada sound system, lampu disko, kursi empuk hingga televisi. Orang yang baru pertama kali ke kota ini tentu akan terkejut sekaligus kagum. Ini tentu menjadi daya tarik tersendiri bagi pariwisata Padang.
Saya kemudian menyusuri kawasan pantai padang, ini merupakan objek wisata utama di padang. Jika dilihat pantainya, tidak ada yang spesial. Hitam, dan agak kotor. Tapi, jika senja sudah menjelang, pemandangan surya tenggelam diujung cakrawala sangatlah indah. Saat cuaca bagus, jarang sekali kita tidak mendapati sunset. Aneka hiburan dan fasilitas di pinggir pantai ikut menyemarakkan. Ada arena bermain, jejeran warung makan, dan beragam acara yang sering diadakan pemerintah kota disini.
Saya hanya sakedar melewati kawasan pantai. Saat itu, waktu menunjukkan pukul 13.30, masih siang. Selanjutnya saya sampai di jembatan siti nurbaya. Jembatan ini satu arah dari pantai, karena terletak di muara. Disekitar jembatan juga terdapat kawasan kota tua. Berada di sekitaran jembatan sambil menikmati pemandangan muara yang banyak terdapat kapal nelayan serta cruise mengingatkan kita kepada roman marah rusli yang berjudul siti nurbaya. Ya, di sekitaran jembatan, yang bersanding gunung padang inilah marah rusli banyak bercerita tentang intrik hubungan datuk maringgih dengan siti nurbaya.
| muara padang |
Di balik gunung padang terdapat roman lainnya yang melegenda, yaitu malinkundang. Saya meneruskan perjalanan hingga sampai di tempat legenda ini berasal, pantai air manis. Dari muara, kira-kira 30 menit dengan menggunakan sepeda motor. Pantai air manis lebih bagus dari pantai padang. Pasir putih, bersih dan jernih, mungkin karena berada dipinggi kota. Tapi kalau fasilitas, masih tertinggal dari pantai padang. Hanya ada warung makan sederhana di sekitaran pantai. Jika sedang surut, kita bisa menyebrang dengan berjalan kaki ke pulau kecil tak berpenghuni yang berada dibarat dekat pantai. Di ujung selatan pantai, terdapat sebuah batu menyerupai orang bersujud. Batu ini dianggap malinkundang yang dikutuk oleh ibunya kerena durhaka. Benar atau tidaknya, patut ditelusuri lagi. Banyak memang yang meragukan keasilian kisah ataupun batu ini. Seorang novelis, E.S Ito malah menampilkan cerita dari sudut pandang dengan fakta yang berbeda tentang malinkundang. Menurutnya, batu itu adalah batu yang dibuat saudara ibu malin. Lengkapnya silahkan di lihat di Itonesia.com
Sepulangnya dari pantai air manis saya sempatkan menyantap kuliner kota tercinta. Sate danguang-danguang dan teh talua habis saya lahap. Es durian dan martabak mesir juga tidak lupa. Tapi karena sudah kenyah, 2 kuliner terakhir saya bungkus pulang untuk jadi cemilan tengah malam.
Berkeliling kota padang dengan rute tadi dan menyantap kuliner khas padang setelahnya terasa cukup mengobati kerinduan akan berwisata dikota ini. Kehirukpikukan kota dengan pantai dan segala roman sastranya dibumbui racikan khas padang pada makanannya bisa jadi adalah nyawa pariwisata kota padang.
Kamis, 19 Mei 2011
Sabtu, 14 Mei 2011
Langganan:
Postingan (Atom)









