Tampilkan postingan dengan label igauan tidur. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label igauan tidur. Tampilkan semua postingan

Senin, 05 September 2011

Semoga sampai pada rumah

selepas siang terik, aku bersandar di karang berlamun ombak. bicara pada awan. tentang mimpi-mimpi kawan. segudang harap berikut tujuan.


hei awan, aku ingin sejenak bertamu, atau mungkin bisa kau sebut berguru


ya, kenapa remaja tanggung?


soal mimpi. mmm begini...


ada yang ingin menjadi petani, melihat bapaknya hidup damai ketika menjadi buruh tani. ada juga yang ingin jadi pelawak, menghibur orang indonesia yang sedih terus.lalu ada yang ingin jadi presiden.,agar kelihatan keren katanya.


terdengar aneh alasannya? ya karena tak kujabarkan kawan-kawan lain yang bermimpi wajar. ya..banyaklah yang ingin pilot, dokter, akuntan ataupun pejabat dengan alasan yang wajar juga.


*awan hanya diam, aku lanjut berkata-kata.


tentu aku berhak juga bermimpi, ya..barang satu lah.


"aku ingin sampai pada rumah. kau tau rumah? tempat aku membaca koran dengan nyaman, tertawa dengan lepas, merasa aman serta merasa cukup."


menurutmu, aku bodoh dengan mimpi-mimpi ku? jawab saja? aku takkan marah. sebab aku dulu pernah punya ingin seperti mereka. harapan yang indah. tapi aku lelah, kalah diputar putar arah.
dulu aku suka berganti mimpi. besok dan lusa kadang tak sama. pada akhirnya menyerah dan bermimpi lagi. ternyata yang kucari selama ini hanya rumah.


jawablah..jangan diam saja hei awan..


oh ya, aku mengerti wahai remaja tanggung.


mm, kau mau bermain dekat ku, dan berumah di awan saja? he
ah, kau belum tentu anggap itu rumah juga nanti ya..


tentu boleh lah kau punya mimpi. siapa larang, mimpi mu aneh? ah..siapa tau. mungkin saja sebenarnya rumah yang kau maksud itu sama dengan mimpi teman-teman mu..yang dokter, akuntan, petani atau presiden itu.


ya sudah, carilah mimpimu. mumpung sekarang terang. langit akan bukakan jalan. esok tidak ada yang tau,   namanya juga musim, silih berganti.


dan..aku bangga padamu, kau punya tujuan!


*aku masih terpaku, sedang awan pergi berlalu

Minggu, 17 Juli 2011

GreetVID, sebuah salam untuk pertemanan

Momen adalah sesuatu yang tak terjadi dua kali. Momen tak pernah berulang. Sedangkan waktu terus berlalu. Momen tersebut, mau tidak mau, akan tergerus oleh waktu. Terus menerus. Momen akan terlupakan seiring berjalannya waktu.

Namun, pada suatu titik, kita akan kembali teringat pada momen yang telah terlewati itu. Momen hadir kembali pada ingatan. Ia membuat kita rindu—ingin kembali mengulang. Momen menyimpan sesuatu yang berharga. Tapi seberapa lekat momen itu berada dalam ruang ingatan? Momen tak bisa diputar ulang utuh, seperti dulu kita mengalaminya.  

Kehadiran teknologi dapat mengatasi hal tersebut. Momen, yang hanya terjadi satu kali, dapat diputar ulang ketika kita ingin mengingatnya. Video, sebagai salah satu bentuk kemajuan teknologi, mampu mengabadikan momen dengan menggabungkan elemen audio dan visual. Oleh karena itu, momen dapat hidup (kembali). 

Video ini juga dapat dikemas menjadi sebuah gift yang sangat personal, sangat spesial. Video ini kemudian menjadi semacam video yang mampu berkomunikasi. Video ini mampu memberi sambutan hangat, warm greet, pada ia yang dihadiahkan. Tak ada hadiah yang lebih spesial dan lebih bermakna dari kenangan yang terbungkus rapi dalam balutan audio-visual. 

GreetVID, perusahaan kami, hadir untuk menjadi partner dalam pembuatan video tersebut. (maharddhika)

Tulisan di atas menjadi latar belakang kenapa saya dan teman-teman di GreetVID tertarik untuk mulai memasuki dunia kreatif melalui videografi. Ini berawal dari kegelisahan dua orang kawan akan sebuah ide-yang-entah-sampai-kapan-mau-diejawantahkan. Rencananya, mau bikin portofolio dulu. tapi ya tapi semuanya adalah wacana. Mungkin karena kesibukan masing-masing. Hingga pada akhirnya ada sebuah lomba dari CIMB click, Online Entrepreneurship Award yang mau tapi malu membuat kami memaksakan diri untuk membuat rencana bisnis dalam bentuk proposal. Harapan awalnya adalah agar bisa menang atau minimal jadi ada alasan untuk menseriusi bisnis ini. 

Pada akhirnya, kami memang masih belum beruntung karena tidak  menjadi pemenang. Tapi,  kami mendapatkan sejumlah modal yang tentunya menambah semangat untuk menjalani bisnis ini. Lalu terbentuklah tim yang terdiri dari 5 orang (termasuk saya). Perkenalkan, Maharddhika: copyriting, photographer; Nuriza: designer, web master; Novita: designer, videographer dan Pravitasari: videographer, photographer.

Kami baru memulai. Tapi kami takkan berhenti sebelum usai (Maharddhika, 2011). Semoga bisnis ini dapat berkembang, semoga kami bisa memberi yang terbaik. Jangan lupa, follow kami di @greetfriend

Minggu, 16 Januari 2011

si loper koran cilik

“anak sekecil itu berkelahi dengan waktu, demi satu impian yang kerap ganggu tidurmu” sayup-sayup terdengar lantunan merdu bang iwan dari laptop seorang teman.awalnya tidak saya pedulikan, tapi tidak lama kemudian, konsentrasi saya pada televisipun buyar. stasiun televisi yang sedang menyiarkan gosip artis tiba-tiba menjadi tidak menarik. pikiran sayapun berpindah dari ruang tamu di kontrakan kumuh mahasiswa ke halte stasiun UI.

seperti biasa,siang itu saya terburu-buru berangkat ke kampus. walaupun mau UTS, adab telat ini tidak pernah berubah. di halte ini saya menunggu dengan gelisah karena waktu sudah menunjukkan pukul 12.50 (kurang 10 menit lagi sebelum ujian dimulai). sesaat kemudian, bis kuning (bikun) yang dinanti akhirnya datang juga. setelah berhenti dan pintu otomatisnya terbuka, sayapun naik dan mengambil tempat duduk. hah, akhirnya saya bisa sedikit bernafas lega.

tidak lama setelah duduk, sayapun mengedarkan pandangan ke setiap sudut bis. akhirnya pandangan saya tertuju pada penumpang bis di bangku sebelah kiri saya. selain para mahasiswa, ternyata disebelah saya ada seorang anak kecil yang memangku setumpuk koran di pahanya. kalau diperhatikan dari perawakannya, kira-kira dia berumur 10-12 tahun. dia mengenakan baju kaos putih lusuh dengan celana pendek serta tas yang juga lusuh. walaupun masihkecil, entah kenapa, dari wajahnya tidak terpancar keceriaan khas anak-anak.

saya mencoba menyapa dan memulai perkenalan. anak itu memperkenalkan diri sebagai Rio ( nama samaran). sesuai perkiraan saya. Rio berumur 12 tahun dan sekarang kelas 6 SD. dari penuturannya di ketahui kalau dia berprofesi sebagai penjual koran. si rio kecil menjajakan koran ke fakultas-fakultas yang ada di UI. untuk hari ini rio akan berjualan koran di fakultas ekonomi.

rio kecil bercerita panjang lebar mengenai diri dan profesinya.dia bekerja sebagai penjaja koran untuk membantu orang tuanya. bapaknya tidak bekerja sedangkan ibunya menjadi asisten rumah tangga. khusus minggu ini, dia berjualan untuk membayar uang SPP yang sudah menunggak selama 3 bulan. dengan pelan dia berujar “Kalau tidak bisa membayar, maka saya tidak bisa mengikuti UN yang tinggal 5 hari lagi kak”. selain untuk membantu orangtuanya, rio juga beralasan kalau dia ingin mengisi waktu luangnya secara bermamfaat(menurut dia), daripada main dan keluyuran tidak jelas seperti anak-anak diusianya.

surat kabar pagi dijual siang oleh rio. itu dilakukannya sepulang dari sekolahan. sepulang dari jualan, petang, dia segera pulang ke rumah. malamnya setelah istirahat sejenak, dia melanjutkan dengan belajar dan mengerjakan tugas sekolah. siklus itu berulang terus setiap hari. begitulah kehidupan harian rio. kehidupan seorang anak yang sibuk bergelut dengan buku, kertas koran dan debu jalanan dan tidak punya waktu untuk bermain dengan teman sebayanya.

untuk ukuran anak seumuran rio, waktu untuk bermain dengan teman sebaya adalah hal yang penting. para ahli mengatakan, dengan bermain, anak-anak dapat mengembangkan hobi dan bakatnya serta mengajarkannya bersosialisasi. bermain adalah hak seorang anak dan rio tidak mendapatkan itu. hak bermain rio di renggut oleh keadaan. keadaan memaksanya untuk ikut menanggung beban berat keluarganya. pikiran rio yang harusnya diisi dengan mencoba hal-hal baru melalui permainanpun tidak didapatnya. begitulah rio, waktunya habis untuk berjualan koran dari satu fakultas ke fakultas lainnya.

bus kemudian berhenti di depan halte FE, saya dan rio turun lewat pintu depan bikun. kamipun berpisah di lobi karena saya harus masuk kelas ujian sedangkan rio ingin melanjutkan jualannya.

sayapun tersadar, ternyata acara gosip tadi sudah selesai. tapi suara bang iwan dengan sore tugu pancorannya belum hilang. “anak sekecil itu tak sempat nikmati waktu, dipaksa pecahkan karang, lemah jarimu terkepal”

——————–

mungkin ini pengalaman dan cerita yang sudah biasa karena memang mudah sekali menjumpai rio-rio lain di persimpangan lampu merah, dibawah jembatan dan di tempat-tempat lainnya.

Selasa, 11 Januari 2011

mempersiapkan ujian ala sks'ers

 E = M.C^2, tentu teman-teman cukup familiar dengan rumus yang satu ini. tidak peduli latar belakang pendidikan eksakta, ilmu bumi ataupun bahasa, semua pasti pernah mendengarnya. ya benar, ini adalah sebuah sebuah hipotesa yang diciptakan oleh Albert Enstein, fisikawan terkenal di abad 20 yang juga menjadi "tokoh abad ini" versi majalah time pada tahun 1999. persamaan ini disebut dengan teori relativitas, yang menjelaskan bahwa massa suatu materi dapat diubah seluruhnya menjadi energi dan dilatasi waktu terhadap cahaya. enstein menceritakannya dengan paradoks si kembar yang mendapati saudara kembarnya sudah jauh lebih tua setelah ia melakukan perjalanan dengan kecepatan mendekati kecepatan cahaya.

formula ini masih dipakai oleh orang-orang dengan beragam latar belakang pendidikan/profesi hingga saat ini. ada profesor yang sibuk menggunakan e=mc^2 sebagai rujukan, ilmuwan atom untuk menyusun inti atom dan mahasiswa yang menjadikan ini bahan perkuliahan. saya pun juga tidak luput. akhir-akhir ini saya merasakan bahwa formula ajaib enstein ini sangat berguna. mungkin teman-teman saya yang lain juga merasakannya. karena memang dengan adanya musim ujian akhir-akhir ini, maka tidak salah lagi rumus e=mc^2 di pakai oleh banyak mahasiswa.

bagaimana mungkin bisa? ya bisa lah karena kita akan menelaah cara menghadapi ujian dengan menggunakan 'konsep' rumusan diatas. tapi, saya akan mendefinisikan sendiri pengertian formulanya sesuai konteks bahasan kita yaitu e=mc^2 dalam menghadapi ujjian. yang perlu diingat juga, rumusan ini biasanya saya pakai untuk menghadapi ujian dengan sistem kebut semalam(SKS)

e=mc^2 itu

e= exam, m= module, c= coffe

exam

exam atau ujian merupakan pengukur apa yang telah didapatkan oleh seseorang melalui sebuah atau rangkaian tes. belajar, latihan lalu kemudian di uji seberapa jauh pemahaman, pengertian kita terhadap suatu persoalan dan kadang-kadang kita dituntut untuk mampu melewati standar yang ditetapkan. siswa SMA diukur hasil belajar selama tiga tahunnya selama beberapa hari melalui UN(ujian nasiona) dan seorang hamba di uji pemahamannya tentang agama melalui ujian kehidupan. tentunya agar ujian berjalan sukses, ada berbagai cara untuk menghadapinya. untuk yang SKS, mari kita gunakan exam=modul* coffe^2

module

module disini maksudnya adalah bahan pelajaran, silabus, buku ataupun bahan-bahan lainnya yang berguna untuk persiapan belajar semalam sebelum ujian. dari pengamatan saya, seorang SKS'ers mengumpulkan bahan-bahan ini mulai dari seminggu sebelum ujian hingga sejam sebelum masuk ruang ujian. berbagaimacam cara, mulai dari meminjam buku teman atau perpustakaan lalu fotokopi, membeli buku baru (harusnya kan ini di awal kuliah?), memfotokopi catatan teman hingga mengopi slide power point.

kelengkapan materi atau modul sangatlah penting. karena akan sangat mendukung apa yang akan kita jawab di soal ujian nanti. saya memang belum menemukan riset yang menunjukkan korelasi positif modul dengan hasil ujian. tapi saya yakin teman-teman sepakat bahwa kelengkapan materi merupakan hal yang fundamental. benar kan?

cofee^2

kopi begitulah kita menyebutnya dalam bahasa indonesia yang baik dan benar. dulu kopi ditemukan oleh para pengembala di ethiopia. mereka mengunyah biji kopi untuk menambah vitalitas dan pembangkit semangat selama perjalanan jauh. kopi kemudian menjadi terkenal ke seluruh penjuru dunia. yang membuat popularitas dari si hitam pahit ini adalah kandungan kafeinya yang dapat membuat orang menahan kantuk. kadar kafein dalam satu cangkir kopi berkisar antara 30-150 mg tergantung jenis kopi apa yang kita minum. kopi instans biasanya memiliki kandungan 65 mg kafein. nah kita asumsi kan saja, kita minum kopi jenis ini. sebagai SKS'ers, kopi tentunya menjadi teman yang baik untuk belajar di malam hari. dengan meminumnya, kita bisa memperpanjang waktu belajar dengan memendekkan waktu tidur.

lalu kenapa rumusnya coffe^2? karena disini saya menyarankan untuk meminum dua cangkir kopi instan untuk hasil maksimal. satu cangkir kopi bisa menahan kantuk selama 3 jam sedangkan dengan dua cangkir kopi, kita tentu bisa memperlama jadwal belajar kita 5 sampai 6 jam lagi. tentu akan lebih bagus untuk menghajar dua gelas kopi.

walaupun bisa menahan kantuk, kopi dapat membuyarkan konsentrasi, jadi jangan lebih dari dua gelas. karena jika lebih dari dua gelas, > 200 mg kafein, akan menyebabkan daya hapalan kita menurun drastis. meminum kopi dua gelas saja sudah membuat daya hapalan menurun, tapi masih dalam batas wajar.

catatan bagi para SKS'ers, siap-siaplah menjatuhkan badan setelah ujian karena kopi menuntut ganti rugi dari tidur yang telah kita perpendek dimalam harinya dikali bahan bacaan yang melelahkan mata.
--------------
antara modul dan 2 cangkir kopi terdapat faktor pengali karena dengan mengkalikan kedua faktor ini, niscaya ujian saya( dan mungkin juga teman-teman) akan lebih baik. sebuah formulasi yang hanya berlaku untuk para SKS'ers dengan resiko tepar setelah ujian. 

itulah sedikit sharing dari saya dipagi buta ini. bungkus yang bagus dan buang yang jeleknya.
akhirulkalam, selamat menikmati ujian dengan setumpuk bahan dan 2 cangkir kopi. mari :D

mahal berkualitas?

SD Muhammadiah Manggar, sekolahnya para laskar pelangi
Melihat kondisi saat ini, kita seperti balik lagi ke masa lalu. saat kita dijajah oleh bangsa belanda, belajar di sekolah merupakan sesuatu yang amat mahal bagi seorang pribumi. Sekolah rakyat dan MULO hanya bisa dijangkau oleh kaum borjuis dan sedikit rakyat jelata. lihatlah, sekarangi pendidikan menjadi barang mewah bagi banyak orang di negeri ini. banyak diantara kita tidak dapat menikmati akses ke bangku sekolah. bermacam-macam penyebabnya, mulai dari mahalnya biaya pendidikan, tidak tersedianya fasilitas di daerah sekitar tempat tinggalnya hingga tingginya beban hidup yang menyebabkan seorang anak harus menjadikan pendidikan sebagai pilihan kesekian dan lebih memilih membantu orang tuanya

menilik dari mahalnya harga pendidikan, apakah kita mendapatkan pengajaran yang berkualitas? apakah barang mewah ini memang pantas di hargai sebegitu tingginya? apakah akan tercetak orang-orang hebat seperti dulu yang mampu memerdekakan indonesia dalam konteks kekinian? jangan sampai, sudahlah mahal dan tidak semua orang menikmati ternyata pendidikan kita tidak mampu menciptakan output yang berdaya saing untuk menghadapi tantangan global dan tantangan dalam negeri.

UNESCO pada pertemuan “The International Commission on Education for the Twenty first Century" merumuskan konsep pendidikan untuk sekarang dan masa depan yang dilaksanakan berdasarkan empat pilar proses pembelajaran yaitu Learning to know, Learning to do, Learning to be dan Learning to live together. empat pilar yang dianggap penting untuk pembangunan berkelanjutan sebuah negara melalui pendidikannya.untuk mencapai edukasi berkualitas yang kita inginkan, empat pilar ini perlu kita telaah.

learning to know (belajar untuk mengetahui)

pilar ini menuntut penguasaan terhadap bidang ilmu secara mendalam dengan mengetahui apa yang bermanfaat dan apa yang tidak bagi kehidupan. guru/dosen berfungsi sebagai fasilitator dani teman dialog bagi siswa.
kita sudah mulai menerapkan metode ini melalu kurikulum di sekolah dan kuliah. kegiatan kuliah atau sekolah tidak lagi satu arah yaitu dari guru/dosen. siswa dituntut lebih aktif di kelas. berpartisipasi aktif dalam mencari informasi dan melakukan kegiatan pembelajaran.

learning to do (belajar untuk menguasai keterampilan)

memfasilitasi siswa terhadap bakat dan keterampilan yang dimiliki adalah poin utama dari learning to do ini. setiap anak mempunyai bakat yang harus difasiltasi oleh lembaga pendidikan. bakat dan keterampilan ini niscaya akan menompang ilmu dasar yang mereka miliki.
pada kenyataannya, di negeri ini negara seperti tidak peduli pada 'learning to do'. para pengambil kebijakan membuat kurikulum yang hanya fokus kepada ilmu dasar. lihat saja porsi mata pelajaran di sekolahan yang hanya memberi ruang untuk keterampilan yang jauh lebih sedikit. perbandingan antara ilmu dasar dan keterampilan mencapai 80:20.

padahal banyak dinegara maju yang meletakkan kurikulum antara keterampilan dan ilmu dasar di posisi yang sama. mereka memberi kebebasan murid-muridnya berekspresi lewat minat dan bakatnya masing masing.Ippo Santoso, seorang motivator, mengatakan bahwa keterampilan identik dengan otak kanan dan ilmu dasar identik dengan otak kiri. banyak dari orang sukses yang menggunakan dua otak ini secara seimbang. untuk itu perlu dibentuk semenjak dini keseimbangan otak kiri dan otak kanan melalui bangku sekolah. dia juga berujar, tak heran jika anak-anak SD di indonesia disuruh menggambar pemandangan, maka gambar yang muncul kalau tidak gambar gunung beserta sawah adalah gambar laut beserta sebuah perahu. keterampilan mereka tidak berkembang!

learning to be (belajar mengembangkan diri)

belajar mengembangkan diri bisa disebut juga belajar menjadi diri sendiri.sebuah pengaktualisasian diri terhadap apa yang dipelajari.mengembangkan diri lewat bakat dan minat yang dimiliki. lalu belajar berperilaku sesuai norma dan kaidah dalam masyarakat. learning erat kaitannya dengan guru sebagai pendidik, bukan pengajar. pengajar hanya menolong siswa untuk mengerti materi yang diajarkan. sedangkan pendidik menyampaikan materi yang di balut nilai-nilai dan norma yang mebantu pengembangan diri si siswa.

pendidik, begitu lah sosok guru disebut di indonesia. tapi pada kenyataannya masih banyak guru yang tidak mendidik. mulai dari kekerasan dari guru ke siswa, guru yang tidak menanamkan nilai-nilai pada siswanya hingga mengajarkan hal yang salah pada siswa.dan siswa pun akan mencontoh apa yang di ajarakan pada mereka.

learning to live together (Belajar untuk hidup bermasyarakat)

learning to live together menuntut pemahaman terhadap diri dan orang lain dalam kelompok yang akan menjadi bekal untuk hidup bermasyarakat. situasi bermasyarakat dimana ada saling menghargai, kebiasaan hidup bersama, terbuka, memberi dan menerima hendaknya dikondisikan di lingkungan sekolah. 
hal-hal seperti ini memang ditanamkan di sekolah lewat kurikulum yang memberi tempat untuk mata ajar budaya serta keberagaman. pemerintah juga fokus untuk privatisasi pramuka yang disebut memberi nilai positif siswa lewat nilai-nilai kebersamaan dan bermasyarakat yang ada di dalamnya.

walaupun kurikulum untuk learning to know terbilang sudah tepat arahnya, masih ada satu pertanyaan untuk itu. bukankah dengan menuntut partisipasi siswa, maka mereka harus giat mencari informasi? bagaimana dengan fasilitas yang ada? apakah fasilitas untuk siswa belajar, mencari informasi dan lainnya sudah cukup tersedia? anggaran 20 % yang di bangga-banggakan dan program BOS yang disebut tepat sasaran masih belum mampu menyediakan fasilitas yang cukup bagi siswa. lihat saja, masih banyak sekolah yang perpustakaannya tidak ada. dengan jumlah sekolah di Indonesia saat ini sekitar 250 ribu unit, perpustakaan hanya ada 23 ribu unit. hanya ada kurang dari 10% sekolah yang punya perpustakaan. fasilitas labor dan internet pun juga masih kurang diindonesia.
jadi, fasilitas menjadi titik tekan dalam mengkaji learnign to know yang berpusat pada siswa ini. sarana pendukung harus bisa lebih ditingkatkan.
learning to do diperbaiki dengan cara merapikan lagi kurikulum yang ada. kurikulum perlu melihat bakat dan keterampilan sebagai hal yang sama pentingnya dengan ilmu dasar. pengejewantahaannya tentu saja pertama pada porsi pelajaran berbau keterampilan yang jamnya lebih banyak. lalu pada fasilitas pendukungnya.
learning to be akan dapat membentuk siswa dengan cara membentuk pendidiknya terlebih dahulu. Harus ada program sejenis sertifikasi untuk membedakan pendidik dan pengajar. bukan hanya sertifikasi seperti sekarang ini, yang berfokus ke ilmu ajar si guru.
yang di lakukan pemerintah melalui kurikulum dan pramuka sudah tepat untuk learning to live together. saya cukup setuju dengan program privatisasi pramuka karena pramuka vital perannya untuk mendidik siswa bermasyarakat. 

pada akhirnya, saya tidak mau membahas secara mendalam kenapa sekolah mahal, yang mau saya lihat hanya apakah sekolah yang mahal itu sebanding dengan kualitas yang kita dapatkan. lalu bagaimana sekolah yang mahal itu dapat menghantarkan negara kita sejajar dengan bangsa lainnya. mungkin terlalu muluk, maklumlah, ini sebuah tulisan didini hari disela kestressan belajar OI (organisasi industri).

akhir kata, selamat UN buat adik-adik ku, selamat UTSbuat teman-teman semua. semoga kita bisa sukses dalam pendidikan yang mahal ini. amin

09.12 - selesai

09.12: aku terdampar di peraduan. sebuah kursi malas dengan laptop di pangkuan dan segelas air putih setengah isi adalah pemandangan yang terhampar pada malam tanggung ini. lalu mulai mengutak atik perangkat ajaib laptop dengan cepat. sibuk berselancar di dunia buku-muka, cericit dan lainnya

09.20: jari-jari nakalku tiba-tiba terhenti memainkan tuts-tuts. dia hening karena aku hampa. kosong. merenung. teringat akan ujian yang menunggu tepat horizontal 5 cm didepan mata. bingung karena belum ada persiapan apa-apa. strategi uas belum terpetakan. peluru- peluru bahan ujian belum disiapkan. sedang ujian tampak seram bak malaikat maut film layar kotak segi empat.

09.21: mendapat sebuah chat dari seorang teman yang juga linglung pada ujian yang akan berlangsung. dia tanya ini itu, tentang bahan tentang kisi, gimana tugas gimana paper. aku gagu lalu jawab babibu, yang intinya, ku tak tau.

09.27: kotemplasi, mengingat tiga tahun selalu begini. tak ada perubahan berarti. selalu belajar ala restoran cepat saji. ada pesanan ujian, baru koki ambil langkah belajar. kebut kebutan dengan pesanan ujian lainnya. SKS kata orang.

09.29: kotemplasi lagi. tersadar akan sebuah tanggung jawab. dititipkan ayah bunda di bandara saat memeluk ku. di taruhnya di pundakku dengan beribu kata bisu. tapi kutau inti kata itu, HARAPAN agar anaknya sukses.menjadi orang seutuhnya. hanya itu, tidak lainnya.

10.11: aku masih disini, berpikir untuk berlari, tak ingin bertahan di zona ini

10.13: aku berlari lebih cepat mengejar waktu, sedang HARAPAN menguntit dibelakangku

cerita pungguk dan bulan

aku si pungguk, petani sawah gelimang lumpur jijik .hari-hari menimang sabit dan cangkul menantang terik. mengais nasi lewat kaisan kaki kurik. fajar menyingsing hadirkan sejumput kopi pahit di cawan kotor berlurik. lelah berkunjung, obatnya teraman di bawah pohon randu dengan kepala menegadah ke mega-mega berbentuk sisik

siang menjelang, raut lusuh bak orang-orang sawah. perut bergurindam syalala dalam lapar. lalu duduk menghampar pada punggung si kerbau hitam legam. mengalunankan seruling memerih menyayat hati dengan sesekali terhenti untuk canda murahan burung pemakan padi. pungguk pintar belajar dari orang-orangan sawah yang kaku mimik, kerbau hitam legam yang hanya besar badan dan burung pemakan padi dengan ceracau tak berarahnya. 

===

aku bulan, meng-cleopatra-kan diri dalam dekorasi langit-langit malam. walau cahaya redup, ada aura yang hidup dalam kelam. sibuk merangkai seribu bintang dan diorama suam. hanya ada angkasa raya sedang yang lain negasi disemua hitungan jam. 

bulan mencari arah hidup dari tingkah polah sang rasi. becermin pesona pada venus yang kejora. belajar teori dan keteraturan pada orbit-orbit serta gravitasi membekali ketertarikan hingga lengan-lengannya menempel pada kaitan bumi sepanjang waktu. rasi bintang, kejora timur, orbit dan gravitasi telah mengarahkannya

===

pekikan pungguk sampai ke jagat raya. pungguk merindu bulan. garis muka dan gradasi sinar terbayang di pelupuk matanya. seakan tak sabar menanti senja.

teriakan pungguk sampai ke jagat raya. bulan telah banyak insaf, lalu lakukan azas pura-pura. dengan riang terus bermain awan tanpa peduli hiruk nya bumi yang menggoda, "itu, si pungguk bergalau hati, janganlah durjana hei bulan" 

di ulang-ulangnya teriakan itu oleh si pungguk..
hingga kesal bulan membalas, 

"hei pungguk, kau dengan sawah mu dan aku dengan jagat raya ku!!"


-- bersambung--