Senin, 25 April 2011

ODE

I
kamu adalah hujan dibulan itu
basah membasahi taman kita berdua
menghijaukan dedaunan yang pernah kuyu
sendu diterpa angin benua koala

II
hujan, rintiknya masih memayungi taman kita
kursi kursi  kokoh berangsur rapuh
sunyi, dingin saling berkejaran menjemput gulita
lampu kota serta merta mulai berpendar dari jauh


senyum bisumu mengajak pergi
sekarang kaki kita melangkah pada sebuah balai berdebu
segelas susu jadi teman berbagi
tentang hidup dan cerita cerita konyol putih abuabu

I
kamu adalah deret tak hingga dalam matematika logika
istimewa, hingga bilangan prima seakan negasi saja
juga bukan hati yang mudah ku terka
tak terdefenisi pada diam dan tawa

II
matahari mulai meninggi di mega
sekarang kaki kita melangkah pada sebuah stasiun berlatar kuning
dengan udara pagi menyambut kereta cepat tujuan kota
secepat itu pula, kita naik di gerbong tujuh pintu samping

jejalan manusia merapat dekapkan antara kita
dekat, dalam sebuah kehangatan
hingga detak jantung kamu dan aku saja yang berbicara
tentang madunya cinta,cita tak terkira di kota harapan
=====================================



Tidak ada komentar:

Posting Komentar